JEJAK ALUMNI

Pesan dan kesan

ALUMNI MARGIE


Saya masuk SD Margie pada tahun 1989 kelas 5 SD, melanjutkan ke SMP Margie lulus tahun 1994. Kesan: “Character building” – Di Margie, itulah yang pertama saya rasakan manfaatnya. Pada dasarnya tiap sekolah sudah sama kurikulumnya, tetapi untuk 9 tahun pertama, pembentukan karakter yang harus dibina secara positif itu sangat penting. Bagaimana kita berinteraksi dengan teman, orang yang lebih senior, dan juga perkembangan iman kita. Di Margie, semua mendapat porsinya dengan benar. Pesan : Tentukan tujuan dan prioritas kita yang utama serta focus untuk mencapai tujuan tersebut. Kerjakan apa yang kita bisa semaksimal mungkin, jangan buang waktu dengan bersantai – santai dan jangan lupa untuk tetap berdoa.  

Indra Hadianto

Belajar di SMA Margie, saya mendapat banyak pengalaman paling berharga, dalam studi selama 3 tahun saya dapat membentuk pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Guru dan teman – teman semua disana sangat baik dan saling mendukung yang membuat kegiatan belajar di SMA Margie begitu berkesan. Dengan kegiatan – kegiatan akademik maupun non – akademik di SMA Margie membuat saya lebih percaya diri dalam melanjutkan pendidikan saya ke jenjang universitas. Terima kasih untuk semuanya yang telah membimbing saya sehingga karakter pribadi saya menjadi lebih baik hingga sampai saat ini. Sukses selalu untuk sekolah Margie, semoga selalu bisa menjadi yang terbaik dalam mencerdaskan anak bangsa. – Alumni SMA Margie (2012)

Stephen Jong WIRAUSAHA CV. DELIFRUTAMA INDONESIA

Sekolah Margie adalah sekolah yang mengutamakan kedisiplinan dan budi pekerti dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Kedua hal tersebut sangat penting diajarkan dari usia dini untuk membentuk karakter, moral dan etika sebagai generasi penerus bangsa yang dapat diandalkan. Sukses selalu untuk Sekolah Margie dalam berkarya mencerdaskan anak bangsa. – Alumni SD Margie (1992)    

Rheno Adrian Hidayat Vice Director PT. INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDOMUNCUL

Selama sekolah di Margie, saya merasa sangat senang dan bangga. Selain mendapat ilmu yang bermanfaat, juga banyak teman. Guru – gurunya yang sabar dan telaten membimbing kami, membuat kami betah dan nyaman selama pelajaran berlangsung. Sekolah Margie mendidik kami untuk menjadi orang yang disiplin, mandiri, bertawakal dan berakhlak mulia. Saya pernah menjadi Ketua OSIS, menjadi ketua kelas, adalah saat belajar menjadi pemimpin untuk memberi teladan, motivasi dan inspirasi. Sekolah adalah ilmu. Ilmu adalah pelita hidup. Hidup kita diterangi ilmu.

Roy Purnomo Kurniawan

Saya adalah salah satu alumni dari SD dan SMP Margie Surabaya. Bersekolah di Margie bagi saya merupakan suatu bekal hidup, dimana dulu saya diajarkan disiplin tinggi dan pengajaran agama yang kuat. Walaupun saat itu terasa sangat berat dan menyulitkan bagi anak seusia saya, tetapi sekarang dapat saya petik manfaatnya, yaitu saya dapat bekerja dengan baik, pantang menyerah, serta hubungan saya dengan Tuhan dan sesame berjalan dengan baik. Dari pengalaman pribadi ini akhirnya saya memutuskan menyekolahkan dua anak saya ke Margie dengan harapan mereka kelak menjadi lebih baik dari saya. Pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Martono, Ibu Dewi dan para guru semua atas bimbingan dan pengajarannya.

Winardi Nyoto

Selama belajar di SMP Margie, saya belajar untuk menjadi lebih terbuka terhadap wawasan dan dunia luar. Margie tidak hanya mengajarkan tentang pendidikan saja namun juga mengajarkan untuk berpikir kreatif dan menjadi aktif di kegiatan organisasi. Margie mengajarkan saya untuk berani tampil dan mengembangkan ide – ide melalui berbagai lomba yang mendorong murid untuk bereksplorasi. Setiap murid adalah prioritas di Sekolah Margie sehingga tidak ada anak yang tertinggal atau tidak berkembang. Di sekolah inilah saya menemukan teman – teman baik yang sampai saat ini menjadi sahabat saya. Lingkungan sekolah yang penuh kreasi dan persaingan sehat untuk berprestasi adalah yang membuat masa SMP saya di Margie menjadi masa favorit saya selama di bangku pendidikan. Saya berharap banyak anak yang dapat merasakan apa yang saya lalui selama bersekolah di Margie sehingga mereka pun akan dating ke sekolah dengan semangat dan saat lulus mereka akan membawa karakter yang kuat dan mimpi yang besar. – Alumni SMP Margie (2003)

dr. GRACE LAUREN SANTOSO

Saya bersekolah di SD Margie sejak kelas 1 sampai lulus. Waktu itu saya baru saja pindah dari Jakarta karena mengikuti ayah pindah bekerja di Surabaya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi siswa SD Margie. Di Sekolah Margie setiap siswa dan siswi mendapat perhatian dari guru bahkan sampai Kepala Sekolah yang saat itu dijabat oleh Ibu Dra. Theresia Martono. Semua siswa diasuh seperti halnya anak sendiri. Kami di didik sedemikian rupa dengan penuh kasih sayang dan perhatian. TIdak ada yang namanya perbedaan suku, agama, ras, tidak ada namanya anak emas dan semua siswa mendapat kesempatan yang sama. Tidak hanya prestasi akademik yang harus kami raih tapi non-akademik pun juda harus bisa kita raih. Enam tahun bersekolah di Margie seperti berada di rumah sendiri, persahabatan dan kasih sayang antar sesame siswa pun sudah seperti saudara kandung (dalam istilah kedokteran disebut sejawat). Berbekal dari apa yang saya dapatkan dari Sekolah Margie membuat saya tetap berprestasi walaupun sudah tidak lagi bersekolah di Sekolah Margie. Saya ucapkan terima kasih buat Margie sekolahku, untuk para Ibu / Bapak guru yang membumbing dan mendidik saya selama 6 tahun. Terima kasih atas kasih sayang yang sudah kalian berikan kepada saya, jasa – jasa Ibu / Bapak guru…

dr. I Made Putrawan

Saya bersekolah di Margie dari playgroup hingga SD, yang paling saya ingat adalah guru – guru yang tegas, berwawasan tinggi dan juga selalu mengajarkan para muridnya untuk disiplin. Tidak lupa juga teman – teman yang memiliki solidaritas yang kuat, teman yang ada dalam suka maupun duka. Saya bangga untuk menjadi salah satu alumni dari sekolah Margie karena sekolah Margie merupakan salah satu sekolah terfavorit, sekolah yang memiliki strategi untuk mencapai kualitas akademik yang tinggi.

Maria Jacquine Seronanda

Selama 3 tahun belajar di SMP Margie, saya dan teman – teman belajar banyak hal dan mendapat banyak pengalaman. Semua ini tidak lepas dari perhatian dan bimbingan para guru yang juga akrab dengan murid – murid. Para guru disini mau mendekatkan diri dengan murid – murid, menjadi teman curhat dan penasihat. Mereka juga mengenali potensi kami masing – masing dan selalu memberikan kami kesempatan untuk mengembangkannya. Mereka tidak hanya menjadi sosok pengajar dan orangtua yang disiplin, tetapi juga teman baik yang mau mendengar. Selain itu, hal yang berkesan dar iSEkolah Margie adalah bagaimana ajaran agama selalu diimplementasikan di kehidupan sehari – hari. Kami dibiasakan untuk selalu berdoa dan tiap tahunnya selalu diadakan beberapa kegiatan social yang tidak hanya dilakukan untuk perayaan agama Katolik, tetapi juga agama lain sebagai wujud penghargaan terhadap agama – agama lain. Dari SMP Margie juga saya bertemu dengan teman – teman yang sampai sekarang menjadi sahabat saya. Maka dari itu, setiap mendengar SMP Margie, saya akan selalu teringat akan kata kekeluargaan karena disini saya bisa berkembang dengan gukungan seperti dari sebuah keluarga. – Alumni 2010

Maria Bella

Menempuh pendidikan mulai dari playgroup hingga SMP di Margie membuat saya menjadi peka social. Dalam arti, Margie memegang peranan besar (selain keluarga) dalam hidup saya untuk menjadi pribadi yang peduli bukan hanya dalam lingkup internal saja melainkan terhadap kehidupan di sekitar kita. Selain itu, Margie juga mendukung bakat masing – masing siswa dengan adanya banyak pilihan ekstrakulikuler yang membuat siswa menjadi aktif dengan kegiatan positif yang kelak menjadi dasar dalam hidup bermasyarakat. Saya secara pribadi merasakan manfaat dari itu semua. Memang sejak awal saya sangat berminat untuk terlibat dalam kegiatan organisasi dan berkat Margie yang telah memberikan kesempatan sejak dini untuk belajar membina karakter dan bakat saya; lewat kegiatan pramuka, tiwisada (dokter kecil), aneka lomba cerdas cermat; sekarang saya dapat banyak pula terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi di masyarakat.– Alumni SMP Margie (1991)

Siani Hadiprajitno DIREKTUR PT. TJIPTO LANGGENG ABADI – FOCUS GROUP

“Saya lulus SMP Margie tahun 1988, saya menempuh pendidikan sejak TK hingga Perguruan Tinggi di sekolah dan kota yang berbeda – beda sehingga saya bisa mengatakan bahwa Sekolah Margie berbeda. Dengan small class di Sekolah Margie, perhatian kepada setiap murid bisa lebih maksimal, hubungan kekerabatan antar teman dan guru lebih erat, terbukti hingga saat ini setelah 27 tahun kami lulus, kekerabatan kami masih terjaga.” – Alumni SMP Margie (1988)

Sugiarto DIREKTUR SIMA SCALES

Selama bersekolah di Margie, saya belajar untuk lebih terbuka terhadap wawasan dunia luar. Margie tidak hanya mengajarkan tentang pendidikan namun juga mengajarkan untuk berpikir kreatif dan aktif di kegiatan organisasi maupun kompetisi. Margie selalu mengajarkan saya untuk berani tampil dan mengembangkan ide – ide melalui berbagai lomba yang mendorong siswa untuk bereksplorasi. Talenta saya di bidang seni dan puisi diasah di Sekolah Margie dengan mengikuti ajang berbagai lomba puisi musikalisasi mulai tingkat kecamatan sampai tingkat provinsi. Selain itu, dari ajang kompetisi lainnya yang diadakan Jawa Pos, saya berhasil menjuarai 5 terbaik madding gerak se – provinsi Jawa Timur dan hadiahnya sangat luar biasa bagi saya yaitu Exchange Program ke Brisbane, Australia. Pada tahun ke – 2 di SMA Margie, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Exchange Program ke Carey Baptist Grammar School, Melbourne, Victoria. Setiap murid adalah prioritas di Sekolah Margie sehingga tidak ada anak yang tertinggal atau tidak berkembang. Di sekolah inilah saya menemukan teman – teman baik yang sampai saat ini menjadi sahabat saya. Lingkungan sekolah yang penuh kreasi dan persaingan sehat untuk berprestasi yang membuat masa SD – SMA saya di Margie menjadi masa favorit saya selama di bangku pendidikan. – Alumni SMA Margie (2014)

Afif Sony

Saya Bobby Karna Rajasa adalah salah satu dari alumnus Margie. Dari TK, SD, SMP Margie. Banyak sekali ilmu dan manfaat yang saya peroleh untuk bekal di masa depan, terutama di bidang mata pelajaran Bahasa Inggris dan kedisiplinan, benar-benar membentuk saya menjadi seorang yang lebih baik dan mandiri. Rasanya tidak akan pernah saya lupakan jasa – jasa Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing saya, khususnya Ibu Dra. Theresia Martono tercinta yang dengan penuh kasih sayang membimbingku hingga menjadi orang yang berguna bagi orangtua, bangsa dan agama. Suasana belajar yang baik dan penuh rasa kekeluargaan benar – benar membekas dalam memory saya. Mudah – mudahan Sekolah Margie tetap jaya dan berkembang. Just be the best and I am proud to be a part of Margie. – Alumni SMP Margie (1990)

Bobby Karna Rajasa Captain Pilot Airbus A330 Hong Kong Airlines

I can positively say Margie School has made me a better person. It has helped me develop a positive attitude towards my studies and discover more about myself. Teachers are very caring and interested in students’ well being. They make sure every class is fun, educational and interactive. – Alumni SMA Margie

Jafreno Wili Karim

Lulusan pertama tahun pelajaran 2010 – 2011 (Program IPA) Sebagai putra pertama dari Johanes Noerjahyo, SH dan Lucia Wiwik Widyaryani, SH , Felix cenderung mempunyai sifat yang pendiam. Di setiap jenjang pendidikannya kalau kami perhatikan tidak lebih dari 3 teman yang dia miliki. Sejak sekolah di SMA Margie , saya melihat perubahan sikap perilaku lebih terbuka dan lebih periang juga begitu dekat hubungan dengan para pembimbing di SMA Margie Surabaya, kalau saya boleh memberi penilaian pribadi, kedekatan para guru seperti siswa dan kakaknya tidak ada jarak yang cukup jauh, membuat siswa tidak malu dan gengsi untuk bertanya tentang apa yang mereka tidak tahu.  

Felix Harry Wicaksono

Saya adalah alumni Sekolah Margie. Saya bersekolah di Margie sejak KB sampai tingkat SMP. Di Sekolah Margie, guru – gurunya sangat perhatian kepada anak didiknya. Mereka juga mengajarkan sopan santun dan disiplin serta pendidikan agama yang baik. Saya sangat ,erasakan dampak pengajaran yang diterapkan di Sekolah Margie setelah berhadapan dengan dunia di luar sekolah.  Saya berharap perhatian, disiplin, pengetahuan, serta pendampingan tetap terus dipertahankan dan ditingkatkan di Sekolah Margie.

Serlywati

Still fresh in my mind, my finest time, during my precious 9 years of basic education at Margie School. All the discipline, knowledge, support, laughter, sadness and happiness that we had shared together has been coloring my life even – now – is still with me whenever I go as I fly with my plane soaring high at 39.000 feet above mean sea level travelling in the 80% speed of sound, taking care of 170 passengers. From the bottom of my heart, I would like to thank all the Margie’s family, all my dedicated teachers and employees of Margie, most of all Mr. and Mrs. Martono and also my classmates. Thank you for being the wind beneath my wings that keep me up and widen my horizon. May God bless us all. Lots and lots of love. – Alumni SMP Margie (1988)

Tommy Kresna Wardana Management Pilot Batik Air

Nama saya Alan Gada Kusuma yang biasa dipanggil Alan. Saat ini saya berada di Manado, membuka usaha yang bergerak di bidang alat berat tambang. Di sini saya belajar hidup mandiri. Sudah waktunya saya harus berani mengambil keputusan. Hidup adalah perjuangan. Tantangan dan hambatan pasti ada. Namun saya yakin bahwa dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Dengan berbekal ilmu dan keyakinan, usaha yang saya jalani saat ini dapat berjalan lancar. Ini semua tidak lepas dari didikan dan latihan pembangunan karakter di Sekolah Margie. Pengalaman menjadi ketua kelas, pengurus kegiatan OSIS dan pramuka menjadikan saya orang yang disiplin menghargai waktu, tanggung jawab, mudah bergaul, mandiri dan tenggang rasa. Memang, baru saat ini saya merasakan hasil dari pendidikan di sekolah Margie. Di saat saya hidup di Manado, bertemu dan bergaul dengan berbagai orang yang berbeda suku, agama, adat istiadat dan karakter, kita harus menghormati. Sikap tenggang rasa, saling menghargai dan menghormati sangat dibutuhkan. Tetapi bagi saya, itu bukan hal yang asing karena semenjak sekolah di Margie sudah diajarkan dan dibiasakan dalam hidup sehari – hari. Inilah tuntunan hidup yang saya pegang. Terima kasih Margie. You will always stay in my heart.

Alan Gada Kusuma

Serasa masih segar dalam memoriku, kenangan selama 9 tahun bersekolah di Margie yang tidak akan pernah bisa kulupakan. Begitu banyak ilmu dan juga bekal hidup yang saya dapatkan, seperti kedisiplinan, cinta kasih pada sesame, dan juga iman yang kuat pada Tuhan. Tidaklah lepas dari hal tersebut, adalah bimbingan dan perhatian yang tulus dari para guru dan tentu saja bersama dengan Bapak dan Ibu Martono sehingga dapat mengubah probadi saya yang dulunya seorang pemalu menjadi berani dan percaya diri. Terutama yang paling berkesan dalam hidup saya adalah berkat pendidikan Bahasa Inggris yang saya peroleh di Sekolah Margie, saya berhasil mencapai penghargaan – penghargaan dalam beberapa perlombaan Bahasa Inggris yang diadakan oleh Dinas Pendidikan di Surabaya. Hal tersebut memberikan rasa percaya diri pada saya, sehingga pihak Sekolah Margie untuk memberi kesempatan kepada saya menjadi salah satu wakil untuk kegiatan Exchange Program di Australia. Terima kasih Margie, semoga sekolah saya yang tercinta ini tetap jaya dan terus berkembang. “Hidup tak selamanya indah tapi yang indah itu akan tetap hidup dalam kenangan” – Alumni SMP Margie

RAISSA CAECILIA

Bagi saya, yang bersekolah di Margie sejak TK – SMP, Margie telah membentuk diri saya dan memberikan banyak bekal dalam kehidupan. Dari segi social, saya memiliki persahabatan dengan lingkungan yang baik sampai saat ini, saya masih berkumpul bersama teman alumni Margie seperti anggota keluarga. Semua ini dikarenakan rasa setia kawan dan kedekatan selama bersekolah bersama dari TK – SMP. Dari segi perjuangan hidup, melalui aktivitas yang diberikan oleh Margie, telah mempersiapkan diri saya dalam menghadapi tekanan kehidupan. Kompetisi yang selalu diikuti memberikan persiapan dalam menghadapi persaingan kerja. Kegiatan Pramuka membelajarkan mandiri dan ketrampilan. Kegiatan retret mendekatkan diri dengan Tuhan. Semua aktivitas yang diberikan memiliki maksud dan tujuan di kemudian hari. Semua itu saya dapatkan dengan bersekolah di Margie dan mendorong saya untuk memasukkan anak saya masuk ke sekolah Margie. Saya melihat bahwa sampai saat ini Margie mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar bukan hanya dari nilai pendidikan namun juga dari nilai perjuangan dalam menghadapi kehidupan. – Alumni SMP Margie (1994)

Christian Widargo PT. INDERA CIPTAPRATAMA PERKASA

Sekolah Margie tidak hanya telah memberikan saya bekal bagi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tapi juga telah mempersiapkan saya melalui pendidikan kepribadian yang diperlukan baik di dunia bisnis dan bermasyarakat. Pepatah mengatakan, “Berubahlah maka dunia akan berubah bersama anda”. Saya melihat telah terjadi perubahan besar dan berarti di sekolah Margie, hal ini saya rasakan sejak saya lulus dari SMP Margie. Saya berharap sekolah Margie dapat menjadi teladan bagi institusi pendidikan yang ada di Indonesia untuk memberikan mutu pendidikan dan pengajaran kepada generasi penerus bangsa kita. – Alumni SMP Margie (1988)

Suwito Hadiprajitno DIREKTUR FOCUS ELECTRIC GROUP INDONESIA – PT. CAHAYA ANGKASA ABADI

Lulusan kedua tahun pelajaran 2011 – 2012 (Program IPS). Putri kedua dari Johanes Noerjahyo, SH dan Lucia Wiwik Widyaryani, SH. Anaknya periang, hobinya organisasi dimana – mana, kalau ditanya cita – cita mau jadi apa, jawabannya simple banget, katanya mau melanjutkan usaha orangtua. Tapi sesudah dia menjalankan 2 tahun pendidikan di SMA Margie, sekarang dia mengajukan permohonan: kalau di ijinkan, Anggi setelah lulus kuliah, kerja di luar negeri dulu baru kalau sudah dirasa cukup pengalaman yang didapat akan melanjutkan usaha orangtuanya.

Cicilia Anggi Mayangsari

“Bersekolah di Margie menjadi salah satu bagian tak terlupakan dalam hidup saya. Saya mendapat banyak pengalaman berharga, tidak hanya mengenai materi sekolah, namun juga mengenai kehidupan social bersama teman – teman dan guru. Bersekolah di Margie rasanya seperti memiliki keluarga kedua karena perhatian yang diberikan guru – gurunya tidak pernah habis kepada setiap murid – muridnya. Selain itu kekompakan bersama teman – teman juga dapat terus dijaga hingga masing – masing dari kita lulus. Banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan diri disini. Mulai dari bidang olahraga, seni, hingga pertukaran pelajar. Jika saya bisa kembali ke masa sekolah tentunya saya ingin mengikuti semuanya.” – Alumni SMA Margie (2012)

Alvien Kurniawan PT. GARUDA MAINTENANCE FACILITY (GMF) AEROASIA

Margie merupakan sekolah yang membangun kepercayaan diri saya, menemukan bakat dan minat saya. Guru – guru yang ramah dan sabar, teman – teman yang baik dan asyik membuat saya nyaman berada di sekolah. Margie mendidik para siswa untuk selalu aktif dan berpartisipasi pada segala kegiatan yang diminati untuk membangun kepercayaan diri para siswanya. Saya sangat bangga dapat menjadi alumni sekolah Margie. – Alumni 2007

Yoshitania

Saya Deisy Windasari, alumni dari PG Margie tahun 1987, selama di PG Margie, saya merasa puas dengan pembelajaran yang saya peroleh selama belajar disana karena adanya jalinan komunikasi yang aktif dari pihak sekolah dengan orangtua / wali murid sehingga saya yakin untuk menyekolahkan kembali putri saya, FIevel Ceely Khomar di PG – TK Margie. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala PG – TK Margie, khususnya guru – guru yang telah mendidik dan melatih kemampuan Fievel selama di PG dan TK Margie. Ke depannya, hal ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar semakin baik. – Alumni 1987

Deisy Windasari

Saya berasal dari Jakarta. Pertama kali saya menjadi siswa di SMA Margie, saya sungguh mkagum dengan ketersediaan sarana dan prasarana di SMA Margie yang lengkap. Saya menemukan keluarga baru disini. Bapak dan Ibu guru adalah orangtua saya di sekolah yang secara tulus ikhlas memberikan bimbingan bagi semua siswa tanpa kenal lelah. Teman – teman saya adalah saudara – saudara saya dan Margie adalah rumah kedua saya. Selama sekolah di Margie, kami semua diberi kesempatan yang sama untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Pendidikan agama, moral dan etika menjadi prioritas sekolah ini. Saya tidak pernah menyadari pentingnya hal ini sampai suatu saat ketika saya kembali ke Jakarta, semua teman dan kerabat mengatakan perubahan pada diri saya. Saya menjadi pribadi yang lebih santun, lebih percaya diri dan lebih komunikatif. Kekeluargaan yang tertanam kuat di sekolah Margie sering menjadi kerinduan tersendiri bagi saya dan saya yakin semua teman merasakan hal yang sama seperti saya. Saya sangat berterima kasih kepada Margie karena telah membawa perubahan yang positif di kehidupan saya sekarang. – Alumni 2014

Fariz Prianggodo

Saya adalah alumni angkatan pertama SD Margie lulus tahun 1984, kemudian lanjut ke SMP Margie lulus pada tahun 1987. Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Dra. Theresia Martono dan semua guru yang telah mendidik serta membimbing saya selama bersekolah di Margie. Berkat beliau, saya di didik menjadi orang yang memiliki disiplin dan motivasi yang tinggi dalam belajar maupun aktif dalam berbagai kegiatan social maupun keagamaan. Saya juga terkagum melihat eratnya hubungan kekeluargaan di antara kepala sekolah, guru, murid dan orang tua. Semoga Sekolah Margie terus maju dalam mendidik tunas – tunas bangsa yang unggul dalam prestasi, beriman, terdidik dan berbudaya. – Alumni SMP Margie (1987)

Njoo Wan Shin Pemilik Swalayan Nirwana Pasaraya- Ruteng, NTT