Pulang Sebagai Agen Pelopor Dan Pelapor

Pulang Sebagai Agen Pelopor Dan Pelapor

Pesan Yohana Rembise untuk Peserta FAN 2018

SURABAYA – Rangkaian Forum Anak Nasional (FAN) 2018 resmi ditutup Minggu malam (22/7) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Yohana Yembise. Acara yang berlangsung sejak 19 Juli di Hotel Singgasana itu menelurkan 34 forum anak provinsi, 418 forum anak kabupaten/kota, 841 forum anak kecamatan, dan 1.080 forum anak kelurahan/desa.

Menurut Yohana, forum anak diharapkan bisa menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan anak- anak dalam proses pembangunan daerah. Dia juga berpesan agar anak-anak yang telah mendapat pelatihan selama tiga hari tersebut kembali ke daerah masing-masing sebagai agen 2P. Yakni, pelopor dan pelapor atas berbagai permasalahan yang ditemukan.

’’Jadilah motivator, fasilitator, inovator, dan kreator demi kemajuan anak-anak Indonesia,’’ jelas alumnus Newcastle University tersebut. Selama mengikuti rangkaian FAN 2018, anakanak terpilih dari 34 provinsi itu telah menerima berbagai pelatihan dan mendiskusikan serta mencari solusi permasalahan anak-anak saat ini. Mereka dibimbing Kementerian P3A dan lembaga swadaya masyarakat.

Yohana yakin pelatihan-pelatihan yang telah diberikan akan menjadi bekal anak-anak dalam menyampaikan pendapatnya di daerah. Dengan demikian, kebutuhan tumbuh kembang dan perlindungan anak bisa dipenuhi setiap pemerintah daerah. ’’Program ini juga akan menjadi bekal daerah untuk mewujudkan kabupaten/kota layak anak (KLA),’’ kata Yohana.

GEMBIRA: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Yohana Yembise menyapa para penampil di Forum Anak Nasional (FAN) 2018 di Hotel Singgasana Minggu (22/7).

Dia tidak memungkiri bahwa hingga kini masih ada kekerasan di lingkungan pendidikan bagi anak-anak. Baik secara fisik maupun psikologis. Terkait hal tersebut, dia menargetkan seluruh sekolah di Indonesia menjadi sekolah ramah anak menjelang 2030. Salah satu poin sekolah dinilai ramah anak, guru tidak menggunakan kekerasan psikologis maupun fisik sebagai bentuk hukuman.

Sementara itu, peringatan Hari Anak Nasional kemarin dirayakan siswa SD Margie dengan cara memainkan permainan tradisional. Antara lain, gobak sodor, lompat tali, egrang tali, dakon, hingga kelereng. ’’Lucu, seneng mainnya. Kalau main tiap hari saya suka,’’ ucap Nicolas Jevon yang bermain gobak sodor.

Hal senada diungkapkan Letia Safina Isabela. Sekali mencoba, bocah 6 tahun asal Belanda itu langsung ketagihan bermain gobak sodor. ’’Cara mainku bagus ya,’’ ucapnya.

SERU : Siswa SD Margie lomba lari sarung dalam peringatan Hari Anak Nasional kemarin. Mereka juga menggunakan sarung saat bermain gerobak sodor. Anak – anak mengaku langsung suka dengan permainan tradisional tersebut.

Humas SD Margie Evlin Trihandari menyatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan sekali dalam setahun. Tujuannya, memperingati hari anak sekaligus memberikan keceriaan sesuai usia siswa. ’’Selain itu, kami ingin membuat anak-anak merasakan bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi mereka,’’ tutur perempuan 49 tahun tersebut.

Selain permainan yang seru, mereka menandai Hari Anak Nasional dengan menulis surat untuk sahabat pena. Sejak setahun belakangan pelajar SD dan SMP Sekolah Margie Surabaya rutin menulis surat untuk sahabat mereka di sekolah Peter Moyes Anglican Community School, Perth. Salah satu sister school dari Sekolah Margie Surabaya. Sebenarnya sudah 10 tahun dua sekolah tersebut menjalin relasi. Bentuknya beragam. Namun, baru tahun ini program pen pals atau sahabat pena berjalan.

SAHABAT PENA : Hari Anak Nasional juga ditandai dengan ramairamai menulis surat untuk siswa sister school Sekolah Margie di Australia.

Surat pertama datang dari Australia pada 10 Mei lalu. Pelajar Sekolah Margie Surabaya kemudian membalasnya beberapa hari kemudian, tepatnya pada 23 Mei. Nah, surat kedua kembali datang dari Australia pada 16 Juli lalu dan anak-anak membalas surat itu kemarin.

 

Berita ini juga bisa dilihat di website Jawa Pos, silahkan klik link berikut :
https://pressreader.com/@Daniel_Favreau.2/csb__Vjv-4GLTxsHQAnSa7llLf2vktIh5bl8wSBgsmr8IVw

Update terakhir: 23 Juli 2018

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *